Om Zein Anulir Penilaian Verrel Bramasta

Daerah30 Dilihat

KEBANGSAANKU.ID – Satu demi satu bermunculan kritik atas Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang memasukkan anak-anak nakal di barak militer, kali ini dari anggota Komisi X DPR RI, Verrell Bramasta.

Verrel mengkritik program pendidikan militer ala Dedi Mulyadi dengan menyatakan kekhawatirannya dari berbagai pihak terutama orang tua terkait program tersebut. 

“Dalam banyak kasus menyimpang bagi anak-anak muda dan remaja ini bukan semata-mata hanya karena disiplin yang lemah, tetapi bisa juga ini merupakan manifestasi dari dinamika keluarga, social pressure, ataupun masalah emosional yang belum tertangani,” katanya dari video yang diunggah melalui akun Bupati Purawakarta saipul bahri bin zein, Jumat, 9/5/2025. 

Kata Verrel, pendekatan secara fisik tanpa menyentuh sisi psikologis dan spiritual tidak akan membentuk anak menjadi tangguh tetapi justru semakin keras. 

“Jangan sampai niat yang baik tidak selaras, karena dengan cara yang tidak tepat. Sebagai wakil rakyat dari daerah ini, saya rasa kita semua bisa mencermati persoalan ini dengan baik, tentunya mengenai pendekatan yang akan diterapkan,” pungkasnya. 

Pernyataan aktor dan bintang iklan ini, mendapat reaksi Om Zein, panggilan akrab Bupati Purwakarta. Om Zein pasang badan membela Gubernur Jawa Barat.

Om Zein meminta Verrel tidak hanya berwacana. Om Zein meminta Verrelturun langsung ke lapangan dan melihat kondisi pelajar yang sedang mengikuti program pendidikan berkarakter di markas TNI. “Ya ampun mas, mas kan Dapil sini. Mendingan turun langsung, daripada cuma berwacana,” sergahnya.

Om Zein membantah pernyataan Verrel tentang orang tua siswa yang khawatir terhadap anak-anaknya yang dikirim ke barak militer.

Justru, kata Om Zein, orang tua yang menitipkan anaknya untuk mengikuti pendidikan di barak militer, merasa senang dan mendukung program tersebut.

“Orang tua yang menitipkan anaknya di Barak Militer semua senang, mas,” sebut Om Zein.

Om Zein menantang balik Verrel untuk ikut terjun langsung menangani para siswa yang dianggap bermasalah.

“Gini deh mas, ada 30 pelajar yang mau ikut program ini. Gimana kalau kita bagi dua, saya ambil 15 pelajar, mas ambil 15 pelajar. Yang 15 pelajar mas bina dengan cara mas, yang 15 lagi kami bina di barak militer. Yuk, action aja, mas. Daripada kita terus wacana,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *