Dulu Bau dan Kumuh, Kini Kolong Pasupati Jadi Ruang Publik Ramah Anak dan Bersih

Berita19 Dilihat

KEBANGSAANKU.ID – Kawasan kolong Jembatan Flyover Mochtar Kusumaatmadja atau yang lebih dikenal dengan Pasupati kini hadir dengan wajah baru. Kawasan yang dulunya identik dengan lingkungan kumuh dan bau menyengat, kini telah berubah menjadi ruang publik yang lebih tertata, bersih, dan ramah untuk masyarakat.

Peresmian transformasi kawasan ini berlangsung hari ini, Rabu (18/12), dengan dihadiri sejumlah pejabat penting, seperti Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Maruarar Sirait, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Turut hadir juga Penjabat Wali Kota Bandung A. Koswara serta Forkopimda Kota Bandung.

Acara ini dirangkaikan dengan peresmian fasilitas baru, termasuk lapangan olahraga, TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle), serta penyerahan mockup kunci rumah deret Tamansari kepada warga yang sebelumnya tinggal di kawasan kolong jembatan.

Agus Harimurti Yudhoyono mengapresiasi perubahan signifikan yang terjadi di kawasan ini. “Semoga dengan penataan yang lebih baik ini, masyarakat bisa hidup lebih sehat, lebih tertib, dan lingkungannya lebih baik lagi. Saya senang bisa hadir di kolong Pasupati yang sekarang jauh lebih humanis,” ujarnya.

Sementara itu, Maruarar Sirait menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan kawasan layak huni. “Sekarang sudah tidak ada lagi sampah dan bau busuk. Ini bukti kalau pemerintah pusat, daerah, dan dunia usaha bekerja sama, kita bisa menyelesaikan masalah permukiman kumuh,” jelasnya.

Kolong Jembatan Paspati

Ia juga menyoroti keberhasilan relokasi 34 keluarga dari bawah jembatan ke hunian layak di Rancaekek dan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung. Relokasi ini menjadi salah satu langkah konkret dalam penataan kawasan.

Bagi warga yang merasakan langsung perubahan ini, transformasi kolong Pasupati membawa harapan baru. Cucun, salah satu penerima bantuan rumah deret Tamansari, mengungkapkan rasa syukurnya.

“Alhamdulillah, sekarang tempat tinggal kami sangat layak, bersih, air dan listrik bagus. Terima kasih kepada pemerintah,” katanya penuh haru.

Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara, menyampaikan bahwa kolong flyover ini akan difungsikan sebagai ruang publik ramah anak yang dilengkapi dengan fasilitas olahraga dan hiburan. TPS3R yang dibangun juga mendukung pengelolaan sampah mandiri oleh masyarakat setempat.

“Penataan ini bertujuan menciptakan kawasan yang lebih bersih, aman, dan rapi. Ini adalah hasil kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Koswara.

Transformasi kolong Jembatan Pasupati ini menjadi simbol nyata perubahan. Dari kawasan kumuh menjadi lingkungan layak huni yang mendukung kehidupan masyarakat lebih harmonis. Kolong Pasupati kini bukan sekadar ruang, tetapi cerminan harapan baru bagi Kota Bandung. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *