KEBANGSAANKU.ID – Penyanyi Pop dunia, Taylor Swift, menjadi perhatian dunia. Bukan karena konsernya, namun tindak kedermawanannya memberikan bonus sebesar 197 juta dolar (sekitar Rp 3,1 triliun) kepada kru yang bekerja dalam tur kolosal The Eras Tour.
Taylor Swift memang salah satu penyanyi dengan kekayaan yang besar. Menurut Forbes, kekayaannya mdencapai $1,6 miliar (25,5 triliun). Kekayaan ini diestimasukan Forbes meningkat $500 juta (7,9 triliun) dari Oktober lalu.
Saat Forbes melaporkan Swift telah menjadi miliarder dengan kekayaan bersih yang saat itu diestimasikan sebesar $1,1 miliar (17,5 triliun).
Mengutip msn,com, tindak kedermawanan sebelumnya dilakukan musim panas tahun ini, dengan membagikan lebih dari 55 juta dolar (Rp 872 miliar) dalam bentuk bonus kepada kru tur.
Pemilik perusahaan transportasi Shomotion, Mike Scherkenbach, mengatakan, dampak luar biasa dari kedermawanan Taylor Swift.
Mike, yang bekerja dalam tur inimenyebutkan, para pengemudi truk masing-masing menerima bonus sebesar 100.000 dolar (Rp 1,5 miliar). “Taylor Swift memberikan sejumlah uang yang benar-benar mengubah hidup mereka,” katanya.
Sementara turnya sendiri, dipastikan menjual tiket senilai 2,07 miliar dolar (sekitar Rp 31 triliun) secara global, sdekaligus tur ini menjadikan salah satu tur terlaris sepanjang masa.
Selain itu, Taylor Swift memecahkan rekor melalui karya musiknya. Album studio ke-11 miliknya, The Tortured Poets Department: The Anthology, dinobatkan sebagai album yang paling banyak diputar di Apple Music sepanjang tahun 2024.
Taylor Swift juga dinobatkan sebagai artis paling banyak diputar di platform tersebut.
Karya Taylor Swift lainnya, “But Daddy I Love Him”, masuk dalam daftar 50 lagu terbaik tahun 2024 versi NME. Lagu ini digambarkan sebagai “kisah cinta dewasa yang penuh kehangatan dan humor.”
Sedangkan The Eras Tour sendiri, kata Taylor Swift melalui unggahan di media sosialnya, menjadi sangat emosional. “Bagi saya dan tim menjadi sangat emosional. Babak paling luar biasa dalam hidup saya sejauh ini akan segera ditutup,” tulis Taylor Swift.
The Eras Tour bukan sekadar perjalanan musik, tapi menciptakan komunitas yang erat di antara penggemarnya.
Taylor Swift membuktikan dirinya bukan hanya bintang pop, tetapi juga ikon yang mampu menginspirasi banyak orang melalui musik dan kebaikan hatinya. (*)
