KEBANGSAANKU.ID – Untuk kali kedua Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) menggelar kuliah umum. Setelah Ketua MK Arsul Sani, kali ini menghadirkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.
Kali ini tema yang diangkat adalah Indonesia Emas 2045: Peran Generasi Muda dalam Membangun Negeri Melalui Sektor Inovasi di Sektor Pangan dan Pembangunan Daerah, di Grand Ballroom, Hotel InterContinental, Bandung, akhir pekan kemarin.
Mendagri optimistis Indonesia Emas 2045 dapat terwujud. Beberapa indikatornya adalah pengakuan dari lembaga internasional seperti World Bank dan International Monetary Fund (IMF) yang memprediksi Indonesia menjadi salah satu negara dengan ekonomi maju di dunia.
“Saya termasuk yang optimis bahwa Indonesia akan menjadi negara maju, yang bisa mengalahkan Jepang, Inggris, Jerman, Amerika, dan lain-lain,” ujar Mendagri.
Keyakinan tersebut bukan hanya angan-angan semata. Kata Tito, Indonesia memiliki potensi besar dari segi sumber daya alam dan banyaknya angkatan kerja. “This dream coming true, gimana membuatnya menjadi kenyataan,” ujar Tito.
Mendagri melanjutkan, uUntuk mewujudkan optimisme tersebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Seperti stabilitas politik dan keamanan yang harus terjaga dan membangun sumber daya manusia (SDM) berkualitas.
“Bagaimana membangun SDM? Ini yang harus menjadi prioritas,” katanya.
Pembangunan SDM merupakan salah satu aspek terpenting untuk mewujudkan Indonesia Emas. Mendagri mencontohkan, sejumlah negara seperti Singapura, terbukti maju karena ditopang SDM berkualitas di bidang masing-masing namundengan potensi SDA yang terbatas.
“Singapura menyadari tidak punya natural resources. Maka dia harus invest di human resource, di mana human resource-nya, education 30 persen, sekolah gratis, subsidi, semua standardisasi,” terangnya.
Melihat Singapura, Tito berpesan kepada para mahasiswa UKRI untuk terus belajar setinggi mungkin agar menjadi SDM yang berkualitas. Dengan demikian, harapan besar Indonesia Emas 2045 akan segera terwujud. “Pendidikan itu penting, baik formal maupun informal, modal terpenting bagi kita untuk maju ,” tutupnya. (*)
