Berkah Kebijakan Efisiensi: Anggaran Harus Tepat Sasaran

Legislatif14 Dilihat

KEBANGSAANKU.ID – Pemotongan anggaran dari kebijakan efisiensi menjadi hikmah dalam menjalankan roda pemerintahan. Efisiensi memunculkan paradigma baru bahwa anggaran yang digunakan harus tepat sasaran.

Pernyataan yang disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga ini menegaskan bahwa, pemerintah menginstruksikan agar pemotongan anggaran dilakukan terhadap aspek-aspek tertentu.

Contohnya alat tulis kantor dan perjalanan dinas. Untuk itu, Lamhot meminta agar pemotongan anggaran tetap berada di dalam koridor tersebut, bukan memotong anggaran belanja pegawai yang menimbulkan pemecatan.

“Bahwa perjalanan Bapak-bapak yang mungkin tadinya dikurangi, ya itu fungsi efisiensi, kita tahu efisiensi ada berbagai komponennya,” katanya dalam Rapat Kerja Komisi VII dengan mitra BSN, LKBP Antara, LPP RRI, dan LPP TVRI, di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (13/2/2025), seperti dikutip parlementaria (dpr.go.gi).

Di tempat yang sama, Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta agar Sarana Publikasi, seperti TVRI, RRI, dan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara untuk lebih kreatif dalam meningkatkan pendapatan.

Menurut Saleh,lembaga-lembaga ini harus memiliki strategi inovatif agar dapat berkembang dan tidak bergantung sepenuhnya pada anggaran negara.

“Saya apresiasi kinerja empat mitra kami, terutama BSN dan Antara. Namun, saya ingin mendorong agar lembaga-lembaga ini bisa lebih besar. Jangan hanya mengandalkan anggaran yang ada,” ujar Politisi Fraksi PAN ini.

“Kalau kita lihat, Antara sudah bisa menghasilkan Rp 548 miliar. Itu bukan angka kecil, tapi bagaimana cara meningkatkannya lagi, terutama dengan menggandeng mitra swasta,” katanya lagi.

Saleh juga menyoroti bahwa TVRI dan RRI selama ini kalah bersaing dengan media swasta. Lembaga penyiaran publik ini harus lebih inovatif dalam mencari pendapatan agar tetap relevan di tengah persaingan industri media.

“TVRI dan RRI perlu berbenah. Saya bandingkan dengan TV dan radio swasta, mereka tetap bisa bertahan bahkan semakin kuat. Kita akan mencari formulasi baru agar TVRI dan RRI bisa lebih kreatif dan berkembang,” ujarnya. (*)